Analis Prediksi Perang Dagang Global Tekan Pasar Kripto Sampai April 2025
Ketegangan dagang antarnegara besar diprediksi akan terus memberikan tekanan terhadap pasar kripto maupun pasar keuangan tradisional, setidaknya hingga awal April 2025.
Menurut laporan Cointelegraph pada Sabtu (22/3/2025), Research Anaylist di Nansen, Nicolai Sondergaard, menyatakan bahwa meski perkembangan positif dari sisi fundamental kripto terus bermunculan, kekhawatiran terhadap kebijakan tarif global masih menjadi hambatan utama yang menahan pergerakan pasar.
Meski banyak sentimen positif dari sisi kripto, tekanan dari isu tarif akan terus membebani pasar kripto hingga paling tidak pada 2 April mendatang, tambahnya.
Berdasarkan data dari CoinMarketCap , harga Bitcoin telah terkoreksi lebih dari 21% sejak mencapai titik tertinggi sepanjang masa di level US$109.000 pada 20 Januari 2025, tepat sebelum pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS.
Sejak itu, harga Bitcoin terus mencatat penurunan yang dipicu oleh serangkaian kebijakan perdagangan agresif dari pemerintahan Trump, termasuk penerapan tarif impor untuk barang-barang asal Tiongkok serta negara-negara tetangga seperti Kanada dan Meksiko.
Hingga artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$85.700 dengan kenaikan sekitar 2% dalam 24 jam terakhir.

“Saya penasaran apa yang akan terjadi setelah 2 April. Mungkin beberapa tarif akan dicabut, tapi itu tergantung apakah semua negara bisa mencapai kesepakatan. Saat ini, itu adalah faktor paling menentukan pergerakan pasar,” ungkap Sondergaard.
Baca juga: Donald Trump Janji Jadikan AS Superpower Bitcoin
Aset Berisiko Masih = Sideways Hingga Adanya Kejelasan Tarif Impor
Menurut Sondergaard, aset berisiko seperti saham dan aset kripto kemungkinan akan bergerak tanpa arah yang jelas hingga ada kejelasan soal kebijakan tarif. Ia memperkirakan potensi katalis positif bisa muncul antara awal April hingga Juli, tergantung hasil negosiasi antarnegara.
Sementara itu, tarif balasan dari Trump dijadwalkan mulai berlaku pada 2 April. Ini tetap berlangsung meskipun sebelumnya Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, sempat menyatakan kemungkinan penundaan kebijakan tersebut.
Baca juga: BlackRock Ungkap Faktor Kunci yang Bisa Dongkrak Bitcoin!
Tingkat Suku Bunga Tinggi Masih Menahan Nafsu Risiko Investor
Selain faktor tarif, tingginya suku bunga acuan dari Federal Reserve juga menjadi penghambat minat investor untuk masuk ke aset berisiko. Sondergaard menjelaskan bahwa The Fed tampaknya belum akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, kecuali ada sinyal “berita buruk” yang signifikan di ekonomi AS.
Berdasarkan tool FedWatch dari CME Group, pasar memperkirakan ada peluang sebesar 85% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan FOMC berikutnya pada 7 Mei mendatang.
Meski demikian, analis Nexo, Iliya Kalchev, menyatakan bahwa kekhawatiran terhadap inflasi dan resesi dianggap sementara, khususnya yang berkaitan dengan tarif. Hal ini justru bisa menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar.
“Pasar kini mulai menyambut data ekonomi yang akan datang dengan optimisme yang lebih besar,” kata Kalchev. “Jika inflasi mulai mendingin dan kondisi ekonomi tetap stabil, maka minat investor bisa kembali meningkat, termasuk terhadap Bitcoin dan aset digital lainnya.”
Kalchev juga menyarankan untuk memperhatikan rilis data ekonomi penting dalam waktu dekat seperti Consumer Confidence, PDB Kuartal IV, klaim pengangguran di AS, serta laporan inflasi PCE minggu depan. Data ini bisa memberikan gambaran lebih jelas tentang peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed ke depan.
Baca juga: Analis Sebut Siklus Bull Market Bitcoin Sudah Berakhir
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
'Semua akan menarik': Para ahli memperingatkan tarif Trump kemungkinan akan menggagalkan rencana IPO kripto
Tindakan Cepat Keputusan Presiden Donald Trump untuk mengenakan tarif pada semua mitra dagang negara kemungkinan akan mengganggu rencana perusahaan kripto untuk go public karena ketidakpastian pasar, kata para ahli kepada The Block. "Anda tidak bisa IPO ke dalam pasar yang runtuh seperti tahun 2008," kata Austin Campbell, CEO perusahaan pembayaran WSPN dan dosen tambahan di Universitas New York.

Peluang IPO Circle menurun di Polymarket di tengah gejolak tarif Trump
Peluang bahwa penerbit stablecoin USDC, Circle, akan meluncurkan penawaran umum perdana (IPO) tahun ini telah turun hingga 25% di Polymarket. Perkiraan terjadinya IPO Circle tahun ini mencapai puncaknya pada 96% awal pekan ini setelah perusahaan mengajukan prospektus, tetapi sejak itu, tarif Presiden Trump telah mengguncang pasar, menyebabkan beberapa perusahaan mempertimbangkan kembali IPO mereka.

Codex, startup di balik blockchain yang berfokus pada perusahaan untuk stablecoin, mengumpulkan $15,8 juta dalam putaran pendanaan awal yang dipimpin oleh Dragonfly
Codex mengumpulkan $15,8 juta dalam pendanaan awal dalam putaran yang dipimpin oleh Dragonfly Capital, menurut pengumuman pada hari Jumat. Startup ini sedang membangun blockchain yang ditujukan untuk stablecoin di Optimism.

Tiga bulan berlalu: Bo Hines tentang memimpin strategi kripto Gedung Putih
Bo Hines, direktur eksekutif Dewan Penasihat Presiden untuk Aset Digital, mengatakan bahwa pertemuan puncak kripto di masa depan dapat difokuskan pada bursa dan penambang. Hines juga berbicara tentang alasan di balik cadangan bitcoin dan persediaan kripto.

Berita trending
LainnyaHarga kripto
Lainnya








