VanEck Prediksi Solana Sentuh US$520 di 2030
VanEck, salah satu manajer aset yang berbasis di Amerika Serikat, memprediksi nilai Solana (SOL) dalam lima tahun ke depan dapat mencapai US$520 atau sekitar Rp8,4 juta. Hal ini didasari pada tren pasar yang kuat dan meningkatnya dominasi Solana di ruang smart contract platform (SCP).
Perkiraan harga Rp8,4 juta tersebut tidak hanya mencerminkan dinamika pasar saat ini, tetapi juga ada faktor-faktor lain yang mendasarinya.
Faktor yang mendorong prediksi pertumbuhan Solana adalah karena posisi pasar dan dominasi pengembang. Solana meraup keuntungan besar dalam pasar mata uang kripto sebagai platform terkemuka untuk aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Ini memposisikan Solana sebagai pesaing kuat kepemimpinan pasar di sektor SCP, yang sangat penting untuk valuasinya.
Faktor lain adalah pasar yang positif. Saat artikel ini ditulis, kapitalisasi pasar Solana mencapai US$98,26 miliar atau sekitar Rp1.612 triliun dan di akhir tahun bisa melebihi US$250 miliar atau sekitar Rp4.086 triliun. Proyeksi ini didasarkan pada korelasi historis antara pertumbuhan jumlah uang beredar M2 AS dan kinerja pasar secara keseluruhan.
Dengan memanfaatkan model prediksi autoregresif (AR), VanEck memberi gambaran bullish untuk SOL, mengindikasikan SOL bahkan dapat mencapai lebih dari US$3 ribu atau sekitar Rp49 juta pada tahun 2030.
Baca juga: Solana Naik ke Harga Tertinggi di 2024, Mulai Dekati ATH
Masih ada Faktor Lainnya!
Volume perdagangan, sentimen komunitas, dan minat institusi juga menjadi faktor pendukung lainnya. Saat artikel ini ditulis, volume perdagangan Solana meningkat 39,7% dalam 24 jam terakhir , mencapai US$3,81 miliar atau sekitar Rp62,3 triliun.
Untuk sentimen komunitas, terlihat dari euforia meme coin yang diluncurkan melalui platform launchpad Pump.fun. Begitu juga dengan meme coin yang sudah lama ada di blockchain Solana seperti Bonk (BONK), dogwifhat (WIF), Peanut (PNUT), dan token milik Trump (TRUMP).
Sedangkan minat institusi, ini terlihat dari perusahaan yang mengajukan Solana menjadi exchange-traded funds (ETF) pada tahun 2024, seperti VanEck sendiri. Meskipun sebelumnya Securities and Exchange Commission (SEC) AS menolak ETF SOL, SEC sendiri telah mengetahui dan memahami pengajuan ETF SOL yang diajukan oleh Grayscale.
Baca juga: Solana Jadi Produk Trust Grayscale Selanjutnya!
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Tim Clanker meraih pendapatan $13 juta dari lebih dari 200.000 token di Base hanya dalam lima bulan
Clanker telah menghasilkan hampir $27 juta dalam biaya sepanjang waktu, yang menghasilkan lebih dari $13 juta dalam pendapatan untuk timnya. Sejak peluncurannya pada bulan November, platform ini rata-rata menghasilkan $2,6 juta dalam pendapatan bulanan, menjadikannya salah satu proyek paling menguntungkan dalam ekosistem Base.

ETF bitcoin spot mengalami arus keluar bersih hampir $100 juta saat saham anjlok akibat berita tarif Trump
Ringkasan Cepat ETF bitcoin spot di AS mengalami penarikan sebesar $99,86 juta pada hari Kamis, membalikkan arus masuk sebesar $220,76 juta pada hari sebelumnya. Pasar saham AS mengalami guncangan mirip Covid, mencatat hari terburuk mereka sejak Juni 2020.

Pengembang Ethereum menargetkan penerapan mainnet Pectra upgrade pada 7 Mei
Ringkasan Cepat Para pengembang Ethereum telah menetapkan tanggal 7 Mei sebagai tanggal target untuk peluncuran peningkatan Pectra di mainnet. Penerapan mainnet ini mencakup 11 modifikasi di bawah Proposal Peningkatan Ethereum.

ETF spot Solana dari Fidelity semakin mendekati persetujuan saat SOL turun 15% di tengah gejolak tarif Trump
Tinjauan Cepat Komisi Sekuritas dan Bursa AS mengakui aplikasi Fidelity untuk ETF Solana spot, sebuah langkah bertahap yang mendekatkan produk tersebut ke persetujuan. Solana, cryptocurrency terbesar ketujuh berdasarkan kapitalisasi pasar, turun 15% di tengah penurunan pasar yang luas akibat dampak dari tarif Presiden Donald Trump.

Berita trending
LainnyaHarga kripto
Lainnya








